Jenis Roller Conveyor yang Memudahkan Transfer Barang

Jenis Roller Conveyor yang Memudahkan Transfer Barang

Dipopulerkan oleh pengusaha mobil Henry Ford pada circa 1930an, jenis roller conveyor semakin disuka. Sifatnya yang cepat dan efektif menghantarkan muatan dari satu area ke yang lain dengan kecepatan yang bisa dikustomisasi membuatnya menjadi favorit banyak pengusaha.

Bukan hanya itu. Jenis roller conveyor ini juga bisa disesuaikan ketebalannya sehingga peruntukannya pun sangat beragam. Mulai dari pengangkutan logistik yang berat-berat bahkan alat produksi, atau yang kecil-kecil seperti aksesoris.

Untuk memudahkan alur kerja Anda, ada beberapa jenis roller conveyor yang bisa dipilih. Beberapa yang paling banyak dipilih akan kami bedah dalam paparan di bawah ini.

 

SUPPLIER CONVEYOR BELT MURAH

PT Ranadityo Sukses Makmur RSM) adalah perusahaan Indonesia yang menjadi Agen Resmi dan Partner Exclusive dari berbagai brand terkenal yang menyediakan industrial products dan industrial services, seperti :

  1. JASA PEMBUATAN CONVEYOR
  2. JUAL CONVEYOR SPAREPARTS
  3. TAM PETROLATUM TAPE
  4. COMPOSITE WRAPING
  5. JASA PROTEKSI KATODIK
  6. JASA FRP LINING
  7. JASA INJEKSI BETON
  8. JASA GROUTING BETON
  9. JASA COATING
  10. JASA ONLINE LEAK SEALING
  11. JASA WATERPROOFING

Hubungi Tim Sales kami : (021) 7823856 / 0855-808-5555

 

Jenis Roller Conveyor 

Penting untuk mengetahui beragam jenis roller conveyor agar Anda tidak keliru memilih mana yang paling pas untuk bisnis Anda. Berikut ini adalah jenis-jenis roller conveyor yang dapat memudahkan proses transfer barang Anda:

 

#1 Gravity Roller Conveyor

Sesuai namanya, perpindahan material di roller conveyor tipe ini sangat mengandalkan kekuatan gravitasi. Desain ini dinilai paling simpel sebab gravity roller conveyor hanya terdiri dari frame (shell) yang menahan lempeng-lempeng gravity roll agar dapat berputar tanpa halangan.

Desain ini juga tidak memerlukan motor penggerak sehingga bisa menjadi nilai plus dari segi ekonomis. Kekurangannya, ini berarti gravity roller conveyor hanya cocok untuk memindahkan material dengan beban ringan hingga sedang.

Akan tetapi, dalam implementasinya Anda dapat juga menambahkan beberapa perangkat tambahan seperti support dan hanging brackets, roda peluncur, pop up stop, dan berbagai macam jenis alat tambahan lainnya. Yang perlu dipastikan, perangkat tambahan ini harus memiliki bahan yang sesuai dengan komponen utama agar tidak terjadi clash selama operasi.

 

#2 Chain Driven Roller Conveyor

Chain driven roller conveyor mengandalkan tarikan rantai sebagai motor penggerak utamanya.  Sistem kerjanya kira-kira mirip belt driven conveyor. Hanya saja, karena bodi conveyor ini lebih kokoh dan memiliki bahan yang lebih rigid, penggunaannya lebih pas untuk pemindahan material berat di lingkungan yang lebih berat pula/

Pada rangkaian chain driven roller conveyor, chain (rantai) terhubung antara satu roller dengan yang lain. Area pemasangannya ada di sekitar kedua sproket di setiap sudut roller conveyor.

Keuntungan dari model ini adalah cocok untuk pemindahan kerja yang melibatkan dua arah. Proses perputarannya yang dibantu keberadaan chain yang terpasang di sprocket itu sangat membedakannya dengan jenis  roller conveyor lain.

 

#3 Line Shaft Roller Conveyor

Lineshaft (sejenis tongkat-tongkat panjang silindris) yang berputar membantu roller conveyor menjalankan tugasnya. Sistem kerjanya mengandalkan kesinambungan antara satu tongkat dengan yang lain dalam putaran yang dinamik.

Model ini juga mengandalkan bantuan urethane belt dan drive spools sehingga desain ini biasanya tidak menimbulkan suara berisik saat beroperasi. Sisi baik lainnya adalah, bentuknya juga membuat model line shaft roller conveyor mudah dirawat.

Model roller conveyor Lineshaft dapat memiliki panjang maksimal 30 meter dengan gabungan antara roller yang lurus dan melengkung. Efektif dan adaptif, model ini sangat sempurna untuk lini kerja menengah hingga ringan. Selain itu, desain ini cocok digunakan untuk melakukan penyortiran yang dapat diputar balikkan.

 

#4 Zero Pressure Roller Conveyor

Adanya penumpukan adalah masalah umum yang rentan membuat masalah pada rangkaian roller conveyor. Untuk menanggulangi hal itu, teknologi masa kini menghadirkan desain yang dilengkapi sistem pengontrolan menggunakan sensor dan motor untuk memberikan tenaga dan menghilangkan tenaga pada bagian “zero pressure”.

Hasilnya adalah terciptanya jarak antara satu material dengan material lainnya. Nah, gap atau jarak ini disebut dengan  buffer zone. Tujuannya adalah untuk untuk mencegah terjadinya penumpukan material pada sistem roll conveyor.

Di antara gap-gap ini lalu ditambahkan sensor yang nantinya mampu untuk mendeteksi ketika suatu material telah masuk atau keluar dari area yang telah ditetapkan.

Yang menarik, fitur sensor ini bisa ditambahkan pada rangkaian conveyor system yang sebelumnya tidak memiliki hal ini. Jadi sifatnya seperti perangkat lepas.

Kekurangan dari tipe roller conveyor ini hanyalah desainnya cenderung rumit sehingga akan membutuhkan biaya tambahan jika Anda tertarik memilikinya. Namun, susunannya yang teliti ini sangat direkomendasikan bagi Anda yang memiliki industri yang butuh ketelitian seperti misalnya obat-obatan, sparepart, atau makanan.

 

#5 Idler Heavy Duty Roller Conveyor

Desain roller conveyor yang ini seperti dikhususkan untuk benda-benda berat. Umumnya, model roller conveyor heavy duty pas sebagai penopang sistem belt conveyor pada industri yang membawa material dengan beban berat seperti di industri pemecahan batu.  Fungsinya untuk membawa batu yang telah dihancurkan dengan mesin stone crusher untuk kemudian dibawa ke mesin vibrating screen untuk disortir sesuai dengan ukuran yang diinginkan dengan menggunakan wiremesh screen ayakan batu.

Industri berat juga butuh efisiensi waktu sementara penggunaan tenaga manual tidak efektif. Karenanya, idler heavy duty roller conveyor memiliki tempatnya sendiri yang tidak tergantikan.

 

#6 Belt Driven Roller Conveyor

Jenis roller conveyor yang ini adalah yang paling umum digunakan di industri kecil dan menengah. Desain belt driven roller conveyor didesain spesifik agar belt dapat dimanfaatkan untuk dapat menggerakkan setiap roller yangtelah terpasang. Sehingga, piha operator dapat mengontrol gerakan material yang akan dipindahkan secara terukur.

Kelebihan roller conveyor dibanding belt coveyor lain adalah ia bisa bekerja dua arah. Sehingga tidak perlu dilakukan proses unloading jika ingin mengubah arah; Anda hanya tinggal mengubah setelannya.

Satu-satunya tantangan dari model belt driven ini hanyalah Anda harus menemukan belt yang benar-benar pas dengan rangkaian agar tidak mengacaukan rantai industri. Tetapi, ini bisa dicapai dengan menjalankan komunikasi yang baik dengan pihak penyedia jasa rangkaian conveyor system. Biasanya roller conveyor jenis ini lebih sering digunakan untuk memindahkan material dengan beban yang sedang hingga beban berat yang bersih dan kering.

 

Kesimpulan

Ada enam jenis roller conveyor di atas yang bisa dipilih tergantung kebutuhan industri Anda. Kunci untuk menemukan jenis roller conveyor yang tepat adalah bersikap teliti serta terbuka. Juga, mau meluangkan waktu untuk sedikit riset mengenai tipe industri Anda serta tempat di mana menemukan jasa penyedia sparepart atau pemasangan conveyr system yang paling tepat. Jadi, tidak bingung lagi, kan?

Konsultasi ?

Call Us : (021) 7823856
0855-808-5555

Related Posts

Follow Us

About the Author

admin

Related Posts

Our customer support team is here to answer your questions. Ask us anything!